Sabtu, 19 September 2015

Review Kyoukai no Kanata, Anime Moe Action garapan Studio Kyoto Animation

Kyoukai Kanata sering kali disebut-sebut sebagai salah satu Anime Action Terbaik di Tahun 2013. Anime ini adalah anime yang diadaptasi dari Light Novel karangan Nagomu Torii yang terbut sejak 9 Juni 2012 dan sudah mencapai volume ke 3. Anime ini diproduksi oleh Studi Kyoto Animation yang terkenal dengan desain karakter moe-nya, dan rilis pada musim 2013 silam, di musim yang sama dengan Kuroko no Basket 2nd Season, Magi: The Kingdom of Magic, Little Busters!: Refrain, Nagi no Asukara, Kill la Kill, Log Horizon, Non Non Biyori, White Album 2, Golden Time dan anime lainnya.

Story
Dalam dunia Kyokai no Kanata, diceritakan bahwa youmu (siluman) muncul akibat dari kegelapan hati manusia, dan ada orang-orang berkekuatan khusus yang disebut Spirit World Warrior yang bertugas membasmi para youmu tersebut. Akihito Kanbara adalah seorang pemuda half-youmu yang memiliki kemampuan penyembuhan luar biasa dan tidak bisa mati. Suatu sore di atap sekolahnya, dia bertemu dengan Mirai Kuriyama, seorang gadis Spirit World Warrior yang memiliki kemampuan bertarung dengan mengendalikan darahnya sendiri. Gadis itu langsung memberikan "salam perkenalan" dengan menusuk Akihito dengan pedang tepat di dada, namun kemampuan Akihito yang tidak bisa mati membuatnya selamat. Sejak itu, Mirai mengikuti Akihito dengan alasan ingin menjadikan Akihito sebagai objek latihan bertarungnya, dan keseharian Akihito pun mulai diisi dengan keberadaan Mirai. Tanpa disadari Akihito, pertemuannya dengan Mirai adalah pertemuan takdir yang akan mengubah hidup dan hatinya, serta menjadi awal dari berbagai kejadian yang perlahan mengungkapkan misteri yang melibatkan dirinya, Mirai, dan orang-orang di sekelilingnya. 


KnK mengangkat tema dan premis star-crossed lovers, dimana dua orang yang seharusnya tidak boleh memiliki hubungan dekat, perlahan menyadari kalau mereka sebenarnya mirip karena masing-masing menyimpan kegelapan dalam diri mereka, dan hal itu justru membuat mereka saling mengerti kepedihan dan kesedihan yang dialami oleh masing-masing, dan pada akhirnya saling jatuh cinta. Melalui Akihito dan Mirai, KnK sekali lagi menunjukkan the power of love, bagaimana seseorang bisa menjadi begitu kuat dan seberapa jauh dia bisa bertindak demi melindungi orang yang berharga baginya.

Meski tema dari KnK sebenarnya termasuk cukup sering diangkat, tapi KnK berhasil mengemas hubungan Akihito dan Mirai dengan manis disertai selipan-selipan comedy dari kekonyolan masing-masing karakter yang membuat KnK menjadi begitu colorful dan fresh, tapi tanpa meninggalkan esensi 'kegelapan' yang sebenarnya membayangi Akihito dan Mirai. Sejak episode pertengahan, pada akhir episode setelah ED sequence, seringkali diletakkan adegan-adegan penutup yang seolah berfungsi seperti potongan puzzle atau petunjuk mengenai misteri yang menyelimuti Akihito dan tujuan keberadaan Mirai yang sebenarnya, dimana potongan puzzle tersebut kemudian disatukan dan dijelaskan pada klimaks di episode-episode akhir. Alur cerita yang seringkali melompat-lompat terkadang mungkin perlu perhatian lebih untuk dimengerti, tapi justru hal itu mungkin bisa menjadi nilai tambah dari keunikan KnK. Kisah romance-comedy dalam KnK pun menjadi semakin menarik dengan adanya unsur fantasy dan action yang dikombinasikan dengan apik dan menawan. Bisa dibilang KnK masuk ke dalam salah satu Anime Bergenre Romance Comedy Terbaik yang Direkomendasikan.


Meski demikian, KnK memiliki kelemahan terbesar yang seringkali terjadi pada anime-anime yang hanya memiliki waktu tayang 1 season alias 12-13 episode, yakni plot hole yang diakibatkan kurangnya eksplorasi dan penjelasan akan hal-hal detail, seperti tidak adanya penjelasan mengenai ibu Akihito, Izumi, dan khususnya penjelasan mengenai Mirai pada ending dari cerita yang rasanya justru jadi plot hole terbesar (I'm trying not to spoil anything here..haha..). Selain itu, unsur fan service khususnya pada Mirai, terkadang terasa sedikit terlalu dipaksakan, meski secara overall tidak sampai mengurangi kualitas cerita.

Karakter
Untuk segi karakter, pada episode awal sampai pertengahan atau first-half, mungkin karakter Mirai terasa agak labil, but u have to keep on watching 'till the end to truly understand her :). Secara overall, rasanya para karakter utama maupun supporting dalam KnK berhasil dikembangkan dengan baik, dimana seiring dengan cerita, background story para karakter semakin tereksplor dan para karakter supporting pun menyumbang peranan yang cukup signifikan dalam cerita. Our lovely couple in KnK and some of the supporting chara are: 


Akihito Kanbara : Our lead male, seorang pemuda half-youmu yang mempunyai kemampuan penyembuhan luar biasa dan tidak bisa mati. Dari luar dia terlihat seperti pemuda SMA biasa yang ceria, easy-going, ramah, dan maniak gadis berkacamata, tapi dalam hatinya, dia sebenarnya kesepian karena sejak dulu dijauhi dan dianggap aneh oleh orang sekitarnya, dia juga menyimpan kesedihan dan perasaan bersalah karena kepribadian youmu nya pernah hampir membunuh Hiromi dulu. Awalnya Akihito hanya menganggap Mirai gadis manis berkacamata sekaligus Spirit World Warrior yang aneh dan kikuk, tapi perlahan dia malah jadi semakin peduli dengan Mirai, dan tidak bisa diam saja ketika mengetahui gadis itu bertindak gegabah dan menghadapi bahaya. Dia mengetahui masa lalu Mirai dan kemampuan unik yang dimilikinya, tapi pandangannya terhadap Mirai sama sekali tidak berubah karena dia memahami kepedihan yang dirasakan oleh Mirai. Dihidupkan dengan sangat pas oleh Kenn, yang juga mengisi suara untuk Anji Kuroki dalam Samurai Flamenco dan Dino dalam Katekyo Hitman Reborn!

Mirai Kuriyama : Our lead female, seorang Spirit World Warrior yang bertugas membasmi youmu. Gadis yang polos, manis, dan baik hati, tapi teguh pendirian dan sedikit keras kepala. Mirai berasal dari clan yang memiliki kemampuan bertarung dengan mengendalikan darahnya sendiri, kemampuan yang membuatnya dianggap terkutuk, bahkan di antara Spirit World Warrior. Sejak awal dia menemui Akihito dengan memiliki satu tujuan, tapi seiring dengan kebersamaan mereka, Mirai justru semakin menyadari bagaimana Akihito sebenarnya, kebaikan dan ketulusan hatinya, meskipun Akihito juga sebenarnya menyimpan kepedihan seperti dirinya. Hal itu menumbuhkan perasaan yang lain dalam hatinya, perasaan yang membuatnya rela mengorbankan apapun, termasuk nyawanya, untuk melindungi Akihito. Dihidupkan dengan sangat manis oleh Risa Taneda yang juga mengisi suara untuk Asami Oikawa dalam Say "I Love You" dan Yukina Himeragi dalam Strike The Blood. 


Hiroomi Nase : Spirit World Warrior teman dekat Akihito yang memiliki kemampuan mengendalikan kekkai (barriers) sekaligus merupakan putra keluarga Nase yang bertugas mengawasi Spirit World Warrior. Dari luar tampak dingin, tapi sebenarnya memiliki sister complex terhadap Mitsuki dan maniak terhadap gadis dengan image "little sister". Dia pernah hampir terbunuh oleh kepribadian youmu Akihito dulu, tapi hal itu tidak membuatnya takut pada Akihito, dia justru dengan tulus peduli padanya sebagai seorang teman dan seringkali menjadikan Akihito korban keisengannya. Disuarakan oleh Tatsuhisa Suzuki, sang vokalis band OLDCODEX, yang juga mengisi suara untuk Takao Kazunari dalam Kuroko no Basuke series dan Makoto Tachibana dalam Free!

Mitsuki Nase : Spirit World Warrior adik kesayangan Hiroomi yang juga memiliki kemampuan mengendalikan kekkai dan bertarung dibantu oleh youmu peliharaannya yang bernama Yakiimo. Gadis manis yang seringkali bersikap cuek dan dingin, tapi sebenarnya kesepian karena sejak kecil dia diajarkan bahwa seorang Spirit World Warrior tidak boleh membangun hubungan dengan orang lain. Mitsuki sebenarnya sangat peduli terhadap teman-temannya. Dia bertugas mengawasi Akihito di sekolah, tapi secara pribadi dia juga sangat peduli pada Akihito sebagai teman. Disuarakan oleh Minori Chihara yang juga menyanyikan lagu OP dari KnK, dan yang juga mengisi suara untuk Yuki Nagato dalam The Melancholy of Haruhi Suzumiya series dan Chiaki Minami dalam Minami-ke series. 


Seiyuu
Pemilihan seiyuu untuk para karakter dalam KnK rasanya sangat pas dan menjadikannya begitu hidup. KnK membuat Kenn dan Risa Taneda masuk dalam daftar seiyuu favorite gw, karena performance Kenn dalam menghidupkan kebaikan dan kekuatan hati, sekaligus kekonyolan Akihito yang terasa sangat pas, I just love his voice ^^~. Risa Taneda pun berhasil menghidupkan Mirai dengan begitu manis dan adorable, polos, tidak kalah konyol dengan Akihito, sekaligus begitu kuat dan teguh.

Animasi
Nama Kyoto Animation di balik produksi KnK memang bisa jadi jaminan mutu untuk kualitas animasinya. Meskipun minim efek CG 3D, tapi artwork untuk para karakter, youmu serta background environment yang konsisten, solid dan detail menjadikan dunia KnK begitu indah dan colorful, sementara fast-paced battle scene serta special effect yang halus dan tajam, menjadikan action scene dalam KnK tidak kalah menawan dengan adegan sehari-harinya.

Desain karakternya pun oke banget. Moe Moe Kyun~


Music Score
Meski tanpa insert song, Hikaru Nanase yang juga menangani musik untuk Infinite Stratos series dan Chrono Crusade berhasil membangun suasana yang lembut dan manis, sekaligus memberikan sentuhan magis dan misterius melalui berbagai BGM instrumental dalam KnK. Lagu OST Terbaik di Anime Ini Pun Terbilang Cukup Bagus, terutama lagu endingnya ^^, and here's the list :

OP:
-"Kyoukai no Kanata" by Minori Chihara (Full MV version)

ED:
-"Daisy" by Stereo Dive Foundation (Short MV version)

Overall, Kyoukai no Kanata adalah anime yang RECOMMENDED, romance-comedy yang manis dengan balutan fantasy dan action yang menawan, didukung animasi yang solid dan halus, serta seiyuu performance yang mantap, meskipun terdapat plot hole khususnya pada ending. Gw pribadi berharap KnK akan dilanjutkan ke second season untuk mungkin menjelaskan plot hole pada ending tersebut serta berbagai hal yang belum dijelaskan pada season ini, and besides, I would love to see how the relationship between Akihito and Mirai will develop. :D

(+) love story dengan tema star-crossed lovers yang manis, comedy yang fresh, dikombinasikan dengan action scene, special effect dan animasi yang solid dan keren, great seiyuu performance.

(-) fan service yang kadang terlalu dipaksakan, ending yang mengandung plot hole.

Jumat, 18 September 2015

Review Sword Art Online

Dulu ane pernah ngepost Review Mirai Nikki dan juga BTOOOM. Sekarang ane pengen review anime action yang juga gak kalah keren dari kedua anime tersebut. Judulnya adalah Sword Art Online, anime yang "kelewatan booming" pada tahun 2012 silam.

Sword Art Online merupakan anime yang diadaptasi dari light novel buatan Kawahara Reki dan diilustrasikan oleh Abec yang dimulai pada tahun 2002 dan sudah diadaptasi menjadi anime, manga dan video game. Animenya sendiri mengambil cerita dari novelnya dan dari 25 episode dibagi dalam 2 arc, yakni Aincrad (Sword Art Online) arc dari episode 1-14 dan Fairy Dance (Alfheim Online) arc dari episode 15-25. 


Sinopsis
Sejak diciptakan pada tahun 2022, belum ada game yang memanfaatkan kemampuan NerveGear untuk membuat sebuah dunia virtual sempurna, sampai akhirnya sang pencipta NerveGear, Kayaba Akihiko memproduksi game MMO RPG sendiri yang berjudul Sword Art Online. Pada hari peluncurannya, Kirito termasuk di antara 10.000 orang lebih yang langsung log in dan memulai petualangan di dalam SAO, tetapi ketika akan log out, game tersebut ternyata tidak mengizinkan mereka. Di tengah kepanikan yang menyebar dengan cepat, Kayaba Akihiko lalu muncul di dalam game dan mengumumkan bahwa satu-satunya jalan bagi mereka untuk keluar hidup-hidup dari SAO adalah dengan menyelesaikannya hingga lantai yang tertinggi.

Story
SAO mungkin mengambil tema yang cukup unik dan agak jarang, karena mengambil tema di masa depan, permainan game yang populer adalah permainan game online dimana pemain dapat langsung "terjun" langsung ke dunia game dan menggerakkan avatar karakternya seperti tubuhnya sendiri, hal ini disebut "Full Dive" dalam VRMMORPG, yakni Virtual Reality Massive Multiplayer Online Role Playing Game. Tema cerita seperti inilah yang sukses menjadikannya salah satu anime paling hit tahun 2012, karena membuat para penontonnya (terutama para gamer) juga jadi membayangkan alangkah menyenangkannya bila benar" ada game seperti itu.

Dari segi cerita, SAO secara keseluruhan memiliki storyline yang mantap, pace tidak terlalu cepat tapi setiap episode menarik untuk diikuti, sekaligus juga memiliki gabungan berbagai unsur, mulai dari unsur romance, action, serta kekuatan hati dan ikatan para karakter, sehingga menjadikannya kaya akan cerita sekaligus berbobot.

Unsur romance dalam anime ini juga mampu menjadi pemanis dan salah satu unsur cerita yang sangat menarik untuk diikuti, bagaimana Kirito yang awalnya sangat "individualis" akhirnya luluh oleh Asuna. Development hubungan antara mereka berdua disusun sangat rapi dan tidak terlihat dipaksakan. Makanya banyak orang yang menyatakan Kirito sama Asuna itu adalah salah satu best couple yang ada di anime. Oiya, Sword Art Online juga termasuk Anime Romance Terbaik yang Happy Ending loh :D


Unsur kemanusiaan juga ditonjolkan dalam anime ini, khususnya dalam arc Aincrad, karena pada arc Aincrad, pemain yang masuk ke dalam game tidak dapat keluar lagi kecuali menamatkan game tersebut, dan pemain yang meninggal di dunia game, meninggal pula di dunia nyata, hal tersebut menjadi salah unsur kemanusiaan menarik untuk disimak, bagaimana para pemain bertahan hidup di tengah medan pertempuran yang benar" mempertaruhkan nyawa, keputus asaan mereka yang kehilangan teman, dan bagaimana seseorang tetap dapat mempertahankan "kemanusiaan" nya di tengah dunia yang antara nyata dan virtual tersebut.

Arc Aincrad dari segi cerita sangat kaya akan unsur" seperti itu, dan secara story terasa lebih berkualitas dan berbobot, sedangkan di arc Fairy Dance di Alfheim Online, ceritanya terasa lebih "ringan" karena dalam Alfheim Online pemain tidak akan meninggal sekalipun karakternya meninggal dalam game, dan membuat cerita sepanjang Fairy Dance (Alfheim Online) lebih cenderung ke unsur romance antara Kirito-Asuna-Suguha dan lebih menjelaskan bagaimana kehidupan mereka di dunia nyata, sekaligus memberikan lebih banyak unsur "fun" dan "colorful" dari sebuah game serta memiliki unsur humor dan fan service yang lebih banyak dibandingkan dengan SAO yang cenderung agak "gelap" dan berat. Kekontrasan juga sangat terasa pada bagian villain (antagonis) dari kedua arc tersebut, dimana pada arc Aincrad, villain yang muncul sangat keren dan memiliki kesan misterius, sedangkan pada arc Fairy Dance, villainnya cenderung "memancing emosi" (buat gw pribadi) dan ga ada keren"nya, tapi memang tipe" villain klasik yang sangat layak untuk dimusnahkan. Dari segi cerita, mungkin Fairy Dance arc sedikit mengalami penurunan bobot dibandingkan arc pertamanya, serta memiliki tambahan plot hole yang tidak dijelaskan, khususnya mengenai dasar" / aturan in-game dari Alfheim Online (yang mungkin disadari juga oleh para gamer online yang menonton), tapi secara keseluruhan dapat menjadi pelengkap yang manis bagi arc pertamanya ^^

Karakter
Dari segi karakterisasi, SAO cukup kaya akan karakter dan setiap karakter memiliki "peran" nya masing" dalam membantu dan membangun karakter Kirito, bahkan karakter yang sudah meninggal dan karakter villain sekalipun. 

Kirito / Kirigaya Kazuto, sebagai tokoh utama memiliki karakter yang cukup kuat dan layak sebagai protagonis, pada awal cerita merupakan karakter yang sangat individualis meski sebenarnya baik hati, sedikit polos dan memiliki "sense of justice" yang tinggi dan cerdas, pada awalnya menghindari hubungan dengan orang lain dalam game, tapi pada akhirnya luluh oleh Asuna dan jatuh cinta padanya, yang sampai akhir menjadi penopang utama dalam hidupnya, dan menjadi alasannya terjun ke dunia Alfheim Online. Dia juga merupakan sepupu dari Kirigaya Suguha yang sudah dianggapnya sebagai adik. Disuarakan oleh Yoshitsugu Matsuoka yang juga mengisi suara untuk OVA Code Geass sebagai Yukiya Naruse dan sebagai Shouta Mitarai di The IdolM@ster, yang bila dilihat dari track record nya, masih agak jarang mengisi suara untuk main role, tapi cukup sukses menghidupkan karakter Kirito.

Asuna / Yuuki Asuna, sebagai heroine pendamping Kirito yang sangat tangguh (sampai" kadang sedikit imbalance), Asuna tidak kalah tangguhnya, sehingga keberadaannya dapat menjadi partner Kirito yang dapat mengimbanginya dengan baik. Gadis yang manis dan lembut, tapi tegas dan kuat. Sangat mencintai dan rela berkorban demi Kirito dan selalu mempercayainya. Disuarakan dengan sukses oleh Haruka Tomatsu yang terasa sangat pas mengisi suara Asuna, yang juga menjadi seiyuu untuk Ringo Noyamano dalam Air Gear serta Nana Nishino dalam Kokoro Connect.

Seiyuu
Dari segi seiyuu, seiyuu untuk main character has done a great job! ^^~ Membuat chemistry antara Asuna dan Kirito sangat terasa melalui berbagai adegan" dan dialog yang berkesan sepanjang cerita, tapi para karakter supporting juga cukup sukses menghidupkan karakter mereka, dan special credit diberikan pada performa dari Ayana Taketatsu sebagai seiyuu dari Leafa / Kirigaya Suguha, karena pada adegan di episode" akhir, sangat sukses menyampaikan perasaan Suguha kepada Kirito dan mampu membuat penonton tergugah oleh "penjiwaan"nya.

Animasi
Dari segi animasi dan special effect, SAO tidak perlu diragukan lagi, menurut gw pribadi, SAO merupakan salah satu anime yang memiliki kualitas animasi dan spesial effect terbaik, khususnya dari artwork, environment dunia Virtual Reality yang halus dan detail, dan battle scene yang bisa dibilang SANGAT KEREN. Inilah alasan yang membuat SAO bisa masuk ke 50 besar Anime Action Terbaik yang Wajib Ditonton.


Desain karakternya pun bagus banget. Terutama desain karakternya Asuna-chan, salah satu Karakter Anime Termoe dan Juga Tercantik yang Banyak Dijadikan Waifu oleh wibu-wibu tak bertanggung jawab. Kalo menurut ane, ini juga termasuk alasan kenapa SAO bisa populer seperti sekarang ini.

Music Score
Dari segi music score, dengan OP pertama berjudul "Crossing Field" dari LiSA yang juga menyumbangkan lagu “Oath Sign” untuk Fate/Zero dan OP kedua berjudul "Innocence" dari Aoi Eir yang juga mengisi lagu "Aurora" dari Gundam AGE, dikombinasikan dengan ED pertama dari Haruka Tomatsu yang juga adalah seiyuu dari Asuna berjudul “Yume Sekai” dan ED kedua berjudul "Overfly" dari Haruna Luna yang juga menyumbangkan lagu "Sora wa Takaku Kaze wa Utau" untuk Fate/Zero 2, sukses membawakan image fantasy dan action-adventure dari SAO, dan untuk music score yang ditangani oleh Yuki Kajiura, yang memang sudah veteran dalam membuat music score anime yang keren", music score ketika battle scene khususnya, sangat bagus. Soundtracknya bagus semua, mau opening, ending ataupun BGM. Tak mengherankan jika banyak orang yang bilang kalo SAO adalah Anime dengan OST Terbaik di Tahun 2012.

Dengan episode penutup yang bisa dibilang "megah" dengan efek animasi dunia VR yang indah, para penggemar SAO berdoa penuh harap demi kabar akan dibuatnya season 2 dari anime ini *praying* dengan kualitas yang lebih baik lagi.

Overall, Sword Art Online adalah anime yang RECOMMENDED, storyline menarik, karakter keren, didukung oleh special efek, animasi dan music score yang berkualitas. Tidak salah bila disebut" sebagai salah satu anime hit tahun 2012. ^0^~

(+) Tema menarik, storyline bagus, kombinasi romance-action yang pas dengan animasi dan special effect yang berkualitas.

(-) Karakter Kirito terkadang terlalu imbalance sehingga sedikit menyebabkan plothole.

Kamis, 17 September 2015

Review Shigatsu wa Kimi no Uso

Anime ini adalah anime garapannya A-1 Picture yang cukup menguras air mata. Dirilis pada musim Fall 2014, di musim yang sama dengan rilisnya Kiseijuu: Sei no Kakuritsu, Fate/stay night: Unlimited Blade Works (TV), Nanatsu no Taizai, Shirobako, Yowamushi Pedal: Grande Road, Akatsuki no Yona, Shingeki no Bahamut: Genesis, Amagi Brilliant Park, Gugure! Kokkuri-san, Psycho-Pass 2, Log Horizon 2nd Season, Grisaia no Kajitsu dan anime keren lainnya.

Shigatsu wa Kimi no Uso merupakan anime yang diadaptasi dari manga karya Naoshi Arakawa, dimana manga nya sendiri yang baru berakhir pada Februari 2015 lalu dengan total 11 volume, sempat memenangkan penghargaan sebagai Best Shōnen Manga pada Kodansha Manga Awards ke-37. 


Satu lagi drama sinting yang muncul di musim gugur!

Setelah Sakurasou Pet na Kanojo (meski ini banyak lawaknya) dan Nagi no Asukara, musim Fall 2014 menyuguhkan sesuatu yang sukses bikin saya nangis-nangis. Sakurasou untuk episode 23-nya, Nagi no Asukara untuk banyak scene, dan... Shigatsu wa Kimi no Uso yang juga bikin saya sesenggukan di banyak adegan.

Format biasa. Kelebihan!

Sonata No.1 - Visual!

Masih nggak puas sama visual dari A-1 Pictures yang cerah berwarna-warni plus penggambaran background yang luar biasa? Segera periksakan mata anda ke dokter mata terdekat. Desain karakternya juga oke-oke, dengan mulut yang lebih realistis dibanding anime kebanyakan (yang seringkali lobang mulutnya super imut).  Cuma yaa desain karakternya gak moe-moe layaknya anime belakangan ini, jadi gak masuk ke kategori Karakter Wanita Tercantik di Anime. Buat yang nggak suka, itu murni masalah selera. Di manga-nya juga nggak beda jauh, lebar-lebar juga kok.

Sonata No.2 - Audio!

Banyak sekali Soundtrack di anime ini yang bagus. Terutama adalah Opening pertamanya yang yang berjudul Hikaru Nara dan dinyanyikan oleh Goose House. Berkat lagu itulah ane nonton anime ini, jadi wajar kalo lagu tersebut ane masukan ke dalam 20 OST Anime Tervaforit dan Juga Terbaik versi ane. BGM-nya juga gak kalah bagus, pinter banget menguatkan suasana sedih yang ada di animenya.

What else?

Tidak lain adalah... musik klasik! Performa-performa musik klasik yang ditampilkan bener-bener menggugah perasaan.

Saya sempet bilang di review anime sebelah kalo saya tergolong penikmat musik klasik. Dan anime ini sukses menjerat saya dengan pilihan-pilihan karya klasik yang pas dengan suasana dalam alur cerita. Nggak bisa saya lupakan gempuran Moonlight Sonata (alias Piano Sonata No.14) 3rd movement karya Beethoven yang sukses menjerat perhatian saya di menit-menit awal.

Nah, berhubung protagonis kita adalah pemain piano, nggak sedikit pula karya-karya dari Frederic Chopin yang diperdengarkan di sini. Maklum, dia memang paling banyak bikin karya untuk dimainkan piano. Favorit saya, Etude Op.10 No.12 "Revolutionary", sempet bikin saya heboh sendiri sewaktu dimainkan di episode 19. I mean, that musical piece is about war! Karya itu memang diciptakan Chopin ketika Polandia berjuang untuk merdeka dari Rusia tahun 1831. Cocok banget ditaruh di episode 19 sebagai penggambaran sebuah "revolusi" untuk lepas dari bayang-bayang Kousei.

Lalu yang bener-bener bikin saya nangis darah, episode 22. Sebagai klimaks, Ballad Op.23 No.1 in G minor terlalu cocok sewaktu dimainkan Kousei. Karya ini sebenernya juga diciptakan pada tahun 1831, namun di sini Chopin menumpahkan rasa kesepiannya karena jauh dari kampung halaman (Polandia) yang masih terjajah. Lagi-lagi anime ini berhasil menerjemahkannya ke dalam bahasanya sendiri, dengan 'bumbu' kegalauan yang cocok dengan cerita.

Audio nggak cuma seputar musik. Para seiyuu di sini pun terdengar begitu pas dalam mengisi karakter masing-masing. Taneda Risa, Sakura Ayane, dan Hanae Natsuki berhasil 'memberi nafas' pada Kaori, Tsubaki, dan Kousei.

Sonata No.3 - Meaningful!


Udah banyak cerita di muka Bumi (entah anime, manga, novel, film, dst) yang menyuguhkan pesan sentral "kekuatan cinta yang mampu mengubah hidup". Namun Shigatsu wa Kimi no Uso berhasil menyuguhkan pesan tersebut dalam cara yang insanely beautiful. Begitu merasuk ke dalam dada dengan kemurnian dan ketulusan cinta yang diceritakan di dalamnya. Saya sendiri sangat menikmati ketika tenggelam bersama kisah romance yang terjadi diantara karakter-karakternya. Oleh karena itu Shigatsu wa Kimi no Uso disebut-sebut sebagai salah satu Anime Bergenre Romance dan Drama Terbaik yang Paling Hangat untuk ditonton.

Kelebihan yang satu ini juga berhasil "menyentil" sesuatu di kepala saya. Untuk bisa maju dan terus melangkah dalam hidup, terkadang seseorang mustahil melakukannya sendiri meski sudah punya tujuan, niat, dan kemampuan. Yang kamu butuhkan hanyalah orang lain, dan lakukan apa yang ingin anda lakukan demi orang tersebut dengan segenap hati. Kadang kita suka melupakan hal ini, sibuk mengejar ambisi sehingga kehilangan esensi. Apapun yang anda lakukan, just do it for the sake of your beloved. Saya yakin--- nggak. Saya tahu kalo hasilnya akan jauh lebih memuaskan dibanding melakukannya demi diri sendiri.

Anime ini juga makin terasa berbobot dengan adanya 2 metafora yang berhasil memberi simbol penuh makna: sakura dan kucing.

Sakura punya arti filosofis tersendiri. Perlu anda ketahui, nggak ada pohon sakura yang berbunga sepanjang tahun (kecuali hasil rekayasa genetik kali ye...). Dia hanya akan mewarnai musim semi dengan keindahan kelopak-kelopak merah mudanya dalam waktu singkat. Beautiful, yet ephemeral. Begitu pula dengan hidup manusia. Singkat, namun sudah selayaknya "mekar penuh" layaknya sakura, menunjukkan semangat hidup secara maksimal dalam hidup yang terbatas.

Kucing! Berhubung saya suka kucing, metafora tentang kucing di sini ikut saya perhatikan. Di sini Kousei mengibaratkan Kaori sebagai kucing. Ada 2 ekor kucing di sini. Yang pertama bermata biru, dan yang kedua bermata hijau. Menurut saya pribadi, keduanya merupakan metafora dari Kaori. Yang bermata biru merupakan simbol hidup Kaori (ep 20 - obvious foreboding), sementara yang bermata hijau merupakan simbol kehadiran Kaori bagi Kousei (ep 22 agak-agak ujung). Sebenernya ada satu lagi, namun yang satu lagi cuma salah satu mental block yang dihasilkan Kousei. Bukan simbol apapun.

Sonata No.4 - Eksekusi!

Ini adalah faktor yang AMAT SANGAT LUAR BIASA dari anime ini.

Karena saking luar biasanya, saya akan bicara cukup panjang DAN sedikit membeberkan cerita karena susah kalo nggak mengupas hal-hal krusial di dalamnya. Silakan langsung klik "SPOILER END" untuk langsung melompati bagian spoiler kalo nggak mau menyesal nantinya. Border Keramat: System activation!

===SPOILER ALERT===

Sebenernya nggak ada yang spesial dengan topik cerita di anime ini.

Musik? Ada Nodame Cantabile. Hingga yang terbaru, Hibike! Euphonium. Cewek sakit? Sebut aja Air dan Clannad. Ending-nya si cewek mati, bener-bener mati nggak ada acara miracle ex machina ala Key? Nggak usah jauh-jauh ke anime purba, kita punya Plastic Memories. "Inspirasi tersembunyi dari masa kecil" juga udah ada di Chuu2Koi. Apalagi tentang cinta childhood friend. Nggak perlu disebut. Banyak! Saya cukup liat kisah hidup sendiri kok. #plak

Twist? Apa pula itu. Saya sebagai makhluk jenius orang yang suka berspekulasi dan berekstrapolasi untuk menebak-nebak jalan cerita, nggak merasa kesulitan untuk membaca ending-nya yang JELAS BANGET bakalan ngenes bin anjay.

Kaori yang ternyata suka sama Kousei sejak kecil pun sebenernya bisa juga ditebak di awal-awal. Hal yang mengarahkan pemikiran saya ke situ adalah kelakuan ngotot Kaori yang nggak mau kalo bukan Kousei. Aneh rasanya seseorang ngotot memilih seseorang tanpa alasan logis yang riil. Kemungkinannya cuma 2: love at the first sight sewaktu episode 1, atau pernah ketemu jauh sebelum timeline cerita. Tapi buat saya pribadi, kemungkinan kedua lebih masuk akal. Kalo anda mengambil posisi sebagai pembuat cerita (bukan sekedar penonton), maka kemungkinan tersebut bisa terpikirkan sebagai opsi "kejutan" dalam cerita.

Tapi... saya nggak bisa protes banyak-banyak. Saya takluk. SAYA TAKLUK!!!!

Kenapa saya bisa takluk? 


Pertama, aspek psikologis yang mudah dicerna. Awalnya saya muak sama Kousei yang digambarkan lemah banget secara kejiwaan. Kebanyakan bacot buat bikin alasan! Namun saya seketika tunduk ketika disuguhkan perjuangannya dalam melawan mental block yang menghalanginya selama ini untuk maju.

Bukan cuma Kousei, karakter-karakter lain juga digambarkan berjuang untuk sesuatu yang bener-bener ingin mereka capai.

Kaori demi sisa-sisa hidupnya agar lebih berwarna. Tsubaki demi 'memecahkan es' yaitu perasaannya sendiri terhadap Kousei yang selama ini terus disangkal. Juga karakter-karakter yang ingin maju karena terinspirasi kejeniusan Kousei sewaktu kecil. Bahkan penambahan karakter baru secara tiba-tiba (Aiza Nagi) bukannya merusak, namun membawa nafas haru tersendiri karena perjuangannya demi kakak yang disayangi! Semuanya terasa sangat down-to-earth dan nggak lebay, bahkan mungkin pernah juga dirasakan banyak orang (khususnya musikus, mungkin?).

Kedua, foreboding. Sebenernya tanda-tanda mengenai kondisi tubuh Kaori udah bisa diketahui dari episode 3, terbukti dari lokasi Kaori turun dari bus yaitu di rumah sakit. Sampai sini saya udah memikirkan perbandingan 50:50, apakah yang sakit itu Kaori sendiri atau kenalan/keluarganya.

Makin jauh episode berjalan, makin jelas pula tanda-tandanya. Apalagi begitu episode 11, ketika Kaori bilang kalo dia "nggak selalu bisa ada di sini". Udah deh, saya 100% yakin Kaori bakal menemui ajal di ending. Namun jalan menuju kematian itu diolah dengan cara yang ngeri-ngeri sedap. Pelan... pelan... pelan... dan... argh. Rasanya kayak nelen sesuatu yang pahit, 1 sendok di hari 1, 2 sendok di hari 2, 3 sendok di hari berikutnya, dan seterusnya hingga hari ke-22. Saya tahu rasanya pahit. Tapi terus saya makan hingga di hari ke-22, sehingga saya nggak sadar kalo total udah nelen 253 sendok (inget deret aritmatik? :P) rasa pahit. Segalanya pun meledak di akhir.

Ketiga, dialog dan monolog. Ini juga keren ngolahnya. Saya ini hobi nulis, sehingga kekuatan kata-kata punya pengaruh buat saya. Kalo suasananya udah serius, dialog antar karakter begitu mencengkram, menambah daya jebret yang berpadu dengan visual yang memukau. Bukan cuma itu, saya seneng banget sewaktu karakter-karakternya bermonolog dengan "bersastra" dalam bahasa yang nggak ketinggian. Sangat mudah dipahami bahkan bagi orang yang berlatar pendidikan non-sastra kayak saya.

Dan... APALAGI SELAIN MONOLOG KAORI SOAL SURAT TERAKHIRNYA ITU? Tiga kali kalimat "I love you" berhasil mencabik-cabik sisi kejantanan saya selama beberapa saat. Lalu pengakuan "kebohongan" yang menjadi bagian pada judul juga... HUAAAAAAAA!!! Guling pun basah menjadi korban keganasan derasnya air mataaaaaaaa AAAAAAAAHHH!!!! Damn damn daaaamnnn!!! (T__T) #bantinggelas #bantingpiring #bantinglaptop--- eh jangan kalo laptop. 


Keempat, tentu bagian kematian Kaori. Ini adalah salah satu ending mati TERBAIK yang pernah saya tonton seumur hidup. Kematian itu biasa, tapi kematian yang digambarkan secara indah itu barang langka. Di sini kita nggak disuguhkan farewell klise dengan ECG (electrocardiogram) yang menggambarkan denyut jantung yang melemah terus *tuuuuut* gitu, namun dengan hadirnya Kaori yang satu panggung bersama Kousei. Deh disini saya proklamasikan aja kalo Shigatsu wa Kimi no Uso adalah Anime Romance dengan Ending Terbaik yang Pernah Ada.

Begitu Kaori muncul di panggung saat episode 22, saya cuma bisa tersenyum sambil nangis sesenggukan. Di saat itulah saya tahu kalo Kaori udah nggak ada. Pernah denger kalo orang mati kadang bisa "pamit" sama orang-orang yang disayanginya semasa hidup? Nah, di sini Kaori "pamit" dengan cara perform bareng Kousei. Juga ending mati ini adalah jalan yang paling nggak mengganggu logika. Ditambah kombinasi visual yang luar biasa indah dan pilihan music piece yang tepat, bagian ini juga sukses meruntuhkan wibawa saya sebagai laki-laki. Plis deh, ADA LAGI NGGAK SIH ANIME DENGAN SAD ENDING SEINDAH INI??!! Tolong kasih tau saya kalo ada! (jangan ngomong Chrno Crusade, udah nonton dari jaman purba - AnoHana? Udah juga! - Dan segala karya Maeda Jun itu nggak sad ending).

. ===SPOILER END===

Kehebatan sang mangaka dalam mengeksekusi hal-hal biasa menjadi sesuatu yang menjerat namun indah PLUS ketangguhan A-1 Pictures dalam menambahkan bumbu audiovisual menjadikan Shigatsu wa Kimi no Uso menjadi anime drama yang super berkelas dalam segi kualitas. Seperti kayak kata saya tadi, pokoknya anime ini tuh ngeri-ngeri sedap~! d(≧∀≦)b

Seringkali saya sampaikan kalo anime sempurna itu susah ditemui. Shigatsu wa Kimi no Uso pun nggak sempurna 10/10.

Kelemahan!

Pertama, elemen non-realistis. Ekspresi wajah yang terlalu dilebih-lebihkan, aliran darah yang keluar dalam volume lebay (tapi si karakter yang berdarah santai-santai aja =__="), plus slapstick yang kadang keterlaluan, menjadi penghalang kecil bagi Shigatsu wa Kimi no Uso untuk meraih nilai 10. Lucu kok, saya sendiri ketawa kadang-kadang. Tapi... serius, kadang nggak cocok. Secara emosi udah tergugah, eh tiba-tiba dihantam lawakan.

Kedua, ada satu hal yang, saya yakin, bikin siapapun yang nonton anime/baca manga-nya bertanya-tanya. Sebenernya Kaori itu sakit apa sih? Kalo anda bergelut di dunia medis, mungkin bisa mengira-ngira. Lah kalo nggak? Jadilah blank spot, setidaknya buat saya pribadi yang penasaran banget. Buat saya, faktor ini menjadi pakem sempurna untuk menjauhkan anime ini dari nilai 10. UNTUNGLAH kelebihan-kelebihan di atas sanggup menutupi pengurangan nilai dari kelemahan yang satu ini, sehingga anjloknya nggak parah-parah amat.

"Kalian harus nangis nonton anime ini. Harus nangis!" #maksa #plak

Ketiga, Comedy. Okelah Comedy-nya lucu, ane pun mengakuinya. Tapi sering kali Comedy slapstick yang ditampilkan itu memotong drama yang disampaikan dan itu sangat mengganggu. Menghilangkan mood "adem" saat menontonnya. Jadi ane kurang setuju dengna orang yang berpendapat bahwa Shigatsu wa Kimi no Uso itu temasuk ke dalam salah satu Anime Romance Comedy Terbaik yang Recommended.

---------------

Rating:

9.8/10 (SS rank) buat Shigatsu wa Kimi no Uso untuk dramanya yang berbobot dan ultra-berkelas, pengolahan audiovisual yang memukau, serta eksekusi cerita yang sukses membawakan hal-hal yang nggak spesial menjadi sesuatu yang kelezatannya tak dapat disangkal.

Direkomendasikan untuk para pencari drama, penikmat anime bertopik musik, serta siapapun yang lagi nyari anime yang sanggup bikin nangis penontonnya.

Rabu, 16 September 2015

Review Amagi Brilliant Park

Yap masih belom bosen ane mereview anime-anime comedy. Sebelumnya ane sudah mereview Barakamon, sekarang saatnya ane mereview anime comedy yang tentu gak kalah kocak dari Barakamon. Judulnya adalah Amagi Brilliant Park. Layaknya Chuunibyou Demo Koi ga Shitai, Amagi Brilliant Park adalah anime comedy yang diproduksi oleh studio yang terkenal dengan desain karakter moe-nya, Kyoto Animation.

Anime Comedy Super Moe ini rilis pada musim fall 2014, di musim yang sama dengan rilisnya Shigatsu wa Kimi no Uso, Mushishi Zoku Shou 2nd Season, Kiseijuu: Sei no Kakuritsu, Fate/stay night: Unlimited Blade Works (TV), Nanatsu no Taizai, Shirobako, Akatsuki no Yona, Gugure! Kokkuri-san, Log Horizon 2nd Season dan anime-anime lainnya.


Sinopsis :
Tiba-tiba saja, Kanie Seiya diajak oleh gadis yang baru saja pindah ke sekolahnya, Sento Isuzu, untuk berkencan di taman bermain Amagi Brilliant Park. Namun, dia tidak seberuntung yang dia semula sangka. Amagi Brilliant Park ternyata merupakan sebuah instalasi yang dibangun oleh penduduk dari negeri sihir Maple Land untuk mengubah kegembiraan orang-orang menjadi energi Animus yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup. Gagal memenuhi kuota jumlah pengunjung selama empat tahun berturut-turut, mereka kini terancam kehilangan taman bermain tersebut jika tetap tidak mampu mengumpulkan sekitar 250.000 orang dari jumlah yang tersisa pada akhir bulan Juli tahun ini, maka maksud Isuzu yang sesungguhnya adalah merekrut Seiya agar menjadi manajer dan menangani Amagi Brilliant Park, sebab suatu pesan dari dewa mereka telah menyebutnya sebagai sang penyelamat yang akan mengeluarkan mereka dari masalah. Pada awalnya, Seiya sempat menolak tugas yang teramat berat itu, tetapi setelah melihat bahwa Isuzu dan para pekerja lain di tempat bermain tersebut benar-benar sudah nyaris putus asa, dia pun akhirnya berubah pikiran dan memutuskan untuk coba membantu mereka.

Cerita :
Setting anime ini sangat unik. Cerita yang terpusat pada sebuah theme park saja sudah merupakan sesuatu yang jarang ditemukan, menambahkan lebih lanjut bahwa theme park tersebut sebenarnya adalah tempat bagi orang-orang dari dunia sihir semakin menjadikan anime ini begitu menonjol di antara yang lain. Namun, sayang sekali, hal yang sama tidak bisa dikatakan untuk ceritanya sendiri. Dia sudah memulai dengan bagus berkat sebuah plot yang langsung jelas dan tegas, tetapi ternyata anime ini tidak menjaga agar ceritanya senantiasa berjalan mengikuti plot tersebut. Masalah-masalah yang muncul di setiap episode tidak terhubung dengan baik, masing-masing seolah terjadi secara terpisah dan tiba-tiba, dan penyelesaiannya pun bukan melalui suatu proses analisa ataupun manajemen yang logis, maka meski masalah utama seputar kurangnya jumlah pengunjung masih selalu relevan, para tokoh anime ini tidak tampak benar-benar sedang berusaha menghadapinya. Setelah dua episode awal, Seiya dan yang lain kemudian hanya seperti bermain-main, sebelum kemudian mendadak kembali serius memikirkannya pada dua episode akhir. Dari sisi comedy, kebebasan dari plot dasar semacam ini memang memberi ruang kepada anime ini untuk menghadirkan berbagai lelucon yang tidak terduga, tetapi jika dia juga bermaksud menyajikan sebuah kisah rag-to-riches yang menggugah, nuansa perjuangan dan kerja keras di dalam ceritanya nyaris tidak terasa. Well, meskipun harus ane akui kalo comedy-nya itu bener-bener ngenah di hati. Maka dari itu tak akan mengejutkan jika banyak orang yang mengatakan kalo Amagi Brilliant Park adalah salah satu Anime Comedy Terbaik dan Terkocak yang Sangat Menyenangkan untuk Ditonton.

Seperti yang kalian tahu dan bisa kalian lihat di MyAnimeList, anime ini punya genre romance didalamnya. Meskipun unsur romance itu sendiri tidak terlalu dibahas. Oleh karena itu, cukup masuk akal jika Amagi Brilliant Park tidak termasuk salah satu Anime Romance Terbaik yang Sangat Mengasyikkan.

Audio & Visual :
Animasi dan sinematografi yang baik mampu segera menunjukkan bagian yang lucu dari suatu lelucon, sementara penulisan dialog serta voice-acting yang bagus berhasil mengangkat keanehan karakter dari setiap tokoh. Singkatnya, audio visual di anime ini sangat mendukung comedy nya. Hanya saja, barangkali karena terlalu percaya diri, terkadang animasinya akan terkesan cenderung berlebihan. Gerakan yang mendetil biasanya merupakan nilai plus, tetapi ada saat-saat ketika anime ini dengan sengaja melebih-lebihkan gerakan tokohnya secara tidak perlu, seolah tidak punya tujuan apa-apa kecuali sekadar untuk memamerkan kemampuannya dalam animasi. Tentu saja, hal ini sama sekali tidak mengurangi kualitas visual dari anime ini, tetapi pada saat yang sama, seharusnya dia bisa lebih efisien.

Untuk Soundtracknya, ane cukup menyukai opening themenya. Meskipun tidak masuk ke nominasi 20 Lagu OST Anime Terbaik yang Ngenah di Telinga. Sementara desain karakternya yang moe sangat pas dan cocok untuk tema "Park" yang diambil. Terbukti dimana salah satu karakter di anime ini, Sento Isuzu berhasil masuk ke 20 Karakter Anime Tercantik dan Juga TerMoe yang Ada di Anime.

Karakter:
Tokoh-tokoh khas seperti Moffle, Macaron, dan Tiramii merupakan kekuatan terbesar anime ini. Bahkan, penonton akan lebih mungkin mengingat tentang mereka di kemudian hari daripada anime ini sendiri. Digambarkan sebagai penduduk dari negeri sihir yang bekerja di theme park, entah bagaimana keberadaan mereka seketika terasa alami dan pas pada tempatnya, tidak pernah tampak canggung sedikit pun, dan karakter mereka yang pemarah, kasar, dan bahkan mesum sangat jauh berbeda dari apa yang normalnya akan disangkakan pada tokoh-tokoh berwujud imut, begitu kontras hingga rasanya mustahil untuk tidak meninggalkan kesan di dalam benak. Hal ini bukan berarti bahwa anime ini memang piawai dalam menyusun karakter para tokohnya -- sebagian tokoh sebaliknya justru sangat mudah untuk dilupakan, apakah karena mereka terlalu umum ataukah karena karakter mereka yang cenderung plin-plan, termasuk Kanie Seiya yang terkadang akan segera peduli dengan kesulitan orang lain ketika dia seharusnya memiliki sifat narsis yang lebih mementingkan diri sendiri -- namun paling tidak, sudah terdapat cukup banyak tokoh menarik di dalam anime ini untuk menjadikan setiap episodenya selalu menghibur. 


Overall Score:
Dapatkan 250.000 pengunjung dalam waktu hanya tiga bulan!? Misi yang harus dicapai terdengar begitu mustahil hingga seketika membuat siapapun penasaran bagaimana para tokoh anime ini akan menyelesaikannya. Namun sayang, misi tersebut ternyata hanya dimaksudkan sebagai situasi untuk menyatukan tokoh-tokohnya daripada sebagai sebuah masalah yang mesti dipecahkan, maka cerita anime ini pun akan berlalu begitu saja tanpa pernah memberikan apa yang paling ingin anda ketahui. Syukurlah, berkat tokoh-tokoh yang menarik dan juga dukungan dari audio visual, bagian comedy nya masih cukup memuaskan, sehingga meski dengan segala kekurangannya, anime ini secara keseluruhan tetap mampu menjadi tontonan yang menghibur. Nilai 8 dari 10 (Satisfying comedy).

Anime ini sangat direkomendasikan untuk kalian para pecinta anime comedy dengan karakter-karakter moe didalamnya. Gak usah banyak mikir, langsung tonton aja. Ane jamin bakalan suka XD

Review Tonari no Kaibutsu-kun

Setelah Sakurasou no Pet na Kanojo dan Chuunibyou Demo Koi ga Shitai, sekarang ane pengen review Anime Romance-Comedy lainnya yang muncul pada musim yang sama, yaitu Fall 2012. Anime ini berjudul Tonari no Kaibutsu-kun.

Tonari no Kaibutsu-kun Merupakan anime adaptasi dari manga buatan Robico dengan total 12 volume manga, animenya sendiri dikatakan menceritakan separuh jalan cerita dari manganya, walaupun gw pribadi belum baca manganya, sehingga tidak bisa memberikan perbandingan dengan versi manganya.

Story :

Mengambil tema romance antara 2 orang remaja, yakni Mizutani Shizuku dan Yoshida Haru, yang menurut gw pribadi cukup unik, karena kedua tokoh utamanya memiliki kepribadian yang sangat bertolak belakang dan unik, tapi saling jatuh cinta dalam waktu singkat, hal tersebut membuat perjalanan cinta mereka tidak "senormal" pasangan pada umumnya. Dari segi cerita, dengan tema romance yang unik seperti itu, sebenarnya membuat gw cukup "berharap banyak" dari anime ini ketika menyaksikan episode" awal, karena dari awal pace ceritanya sangat cepat dan justru menurut gw episode awalnya lah yang layak dijadikan klimaks dari cerita, tapi kemudian episode" berikutnya rasanya malah mengalami pace/alur yang "naik-turun" antara klimaks dan anti-klimaks, terutama pada episode terakhirnya yang menurut gw sangat anti-klimaks dan kurang "menyentuh" untuk mengakhiri sebuah season, selain itu rasanya masih banyak bagian dari cerita yang agak kurang jelas dan menggantung, khususnya di bagian latar belakang para karakter (walaupun mungkin itu merupakan pertanda akan adanya season 2). Oleh karena itu Tonari no Kaibutsu-kun tidak berhasil masuk ke dalam salah satu Anime Bergenre Romance Terbaik yang Direkomendasikan.

Meski demikian overall jalan ceritanya cukup menarik, karena hubungan Haru dan Shizuku yang tidak seperti di anime" romance lainnya, di mana justru Tonari no Kaibutsu-kun ini justru lebih menonjol unsur comedy, dan unsur romancenya ditampilkan dengan cara yang unik dan tidak berlebihan, dan hebatnya lagi unsur comedy kebanyakan bersumber dari kelakuan para karakternya, bukannya mengandalkan comedy ecchi, ditambah lagi selipan unsur persahabatan antar para karakter yang menjadikan anime ini menjadi anime romance yang cukup colorful. Overall unsur comedy di anime ini terbilang cukup bagus, meskipun tidak masuk kedalam Top 30 Anime Comedy Terbaik yang Bisa Bikin Ngakak.


Karakter :

Dari segi karakter, karakter dan Tonari no Kaibutsu-kun cukup beragam, dan masing-masing memberikan warna pada cerita, khususnya keunikan dari kedua tokoh utama :

Yoshida Haru, seorang remaja yang di luarnya terlihat sangar dan kasar, tapi sebenarnya memiliki hati, pikiran dan kelakuan seperti anak kecil, jenius, sangat polos dan ceria, tidak memikirkan pendapat orang di sekitarnya dan berlaku sesukanya. Masa lalu dan hubungan yang sepertinya buruk dengan keluarganya menjadikannya anak yang kesepian, tapi tidak mampu bersosialisasi dengan baik sehingga membuatnya menjadi anak yang canggung dan kasar, tapi sebenarnya dia hanya sangat ingin memiliki teman, memiliki banyak sisi dalam dirinya, dia bisa terkadang seperti anak kecil yang polos dan ceria, tapi bisa dengan mudah terlihat dingin dan menakutkan. Jatuh cinta pada Shizuku karena dia merasa nyaman berada di dekat Shizuku yang bisa menerimanya apa adanya. Dihidupkan dengan sukses oleh Tatsuhisa Suzuki yang mampu membawakan kepribadian Haru yang unik dan ceria, juga merupakan seiyuu dari Yuuji Sakamoto dalam Baka to Test to Shoukanju dan Kazunari Takao dalam Kuroko no Basuke. 

Mizutani Shizuku, sebagai pasangan dari Haru yang merupakan kebalikan totalnya, Shizuku gadis yang serius dan sangat mencintai belajar, mengutamakan nilai pelajarannya di atas hal apapun, sangat cuek dan dingin, yang mungkin disebabkan juga oleh kehidupan keluarganya, dimana dia hanya tinggal bertiga dengan ayah dan adik laki"nya, sedangkan ibunya selalu tidak di rumah karena bekerja, sehingga dia menjadi pribadi yang kesepian tapi dia sendiri tidak menyadarinya. Selalu bingung melihat Haru yang bisa dengan begitu tulus mengejarnya, tapi dia sendiri menyukai Haru walaupun awalnya dia dilema karena merasa perasaannya tersebut dapat mengganggu nilai-nilai pelajarannya. Disuarakan oleh seiyuu yang sepertinya sedang populer belakangan, yakni Haruka Tomatsu, yang dengan sukses membawakan karakter dingin dan serius Shizuku seperti ketika dia membawakan karakter Morgiana dalam Magi, juga merupakan seiyuu dari Rio Kamichika dalam Durarara!! * Seiyuu


Karakter" lainnya pun sebenarnya menarik untuk diikuti, didukung oleh seiyuu" yang cukup berkualitas dan masing-masing sukses menghidupkan karakternya, para karakter supporting pun sedikit demi sedikit mulai memiliki kisahnya sendiri seiring dengan berjalannya cerita, membuat penasaran bagaimana kelanjutan dari kisah mereka, tapi sayangnya dalam season ini masih belum terjelaskan bagaimana akhir cerita mereka masing", sehingga gw pribadi berharap juga agar Tonari no Kaibutsu-kun dapat di lanjutkan ke season 2 yang lebih baik lagi. Dari segi seiyuu, selain para karakter supporting tersebut, gw menemukan fakta menarik yang cukup lucu menurut gw, karena ternyata seiyuu dari Nagoya si ayam jantan yang jadi maskot Tonari no Kaibutsu-kun ini adalah seiyuu dari Kagami Taiga di Kuroko no Basuke :)) 

Animasi dan Music Score :

Dari segi animasi dan artwork, Tonari no Kaibutsu-kun memilik artwork yang colorful dan menarik, dan cukup detail dalam penggambaran karakter, dan bagian lain yang gw suka dari anime ini adalah music scorenya, karena dalam berbagai adegan, seringkali diiringi oleh instrumental yang rasanya "pas" dan membuat adegan"nya semakin"menyentuh, tidak terlalu mellow tapi tetap manis. Dengan lagu OP berjudul "Q & A Recital" yang dibawakan oleh seiyuu dari Shizuku sendiri yakni Haruka Tomatsu dan lagu ED berjudul "White Wishes" dari 9nine yang juga menyumbangkan lagu "Shoujo Traveler" untuk Beelzebub, sukses membawakan image romance yang unik dari hubungan Shizuku dan Haru, ceria tapi romance-nya terasa banget. Dan kebetulan lagu yang dibawakan Haruka Tomatsu sangat enak didengar dan berhasil masuk kedalam 20 Lagu OST (Original Soundtrack) Anime Terbaik di Telinga Admin AmagiPark.

Overall, Tonari no Kaibutsu-kun merupakan anime yang STANDARD, mengambil tema romance yang unik dan kaya akan comedy, sayang penceritaannya agak naik-turun klimaks dan anti-klimaksnya, tapi tetap menjadikannya anime yang menghibur. ^^~ 

(+) Cerita romance comedy yang unik, ceria dan fresh ^^~ 

(-) Pace cerita naik-turun dengan ending yang anti klimaks :(

Review Barakamon

Yap lagi demen-demennya sama Slice of Life - Comedy nih.
Kalo sebelumnya Sakurasou no Pet na Kanojo, sekarang gilirannya Barakamon. Anime ini rilis pada musim summer 2014, di musim yang sama dengan anime Sword Art Online 2, Gekkan Shoujo Nozaki-kun, Zankyou no Terror, Tokyo Ghoul, Free!: Eternal Summer, Ao Haru Ride, Akame ga Kill, Aldnoah.Zero dan anime lainnya.

Sinopsis : Handa Seishuu (selanjutnya akan saya sebut sensei), seorang penulis kaligrafi Jepang profesional berusia 23 tahun, meninju seorang pengamat seni pada sebuah pameran hanya karena mengritik karyanya "terlalu mirip dengan yang ada di buku". Atas saran ayahnya, diapun pergi menyingkir dan menenangkan diri ke kepulauan Gotou (tepatnya pulau Fukue), lepas pantai barat pulau Kyushu. Di tempat itulah dirinya belajar beradaptasi, menemukan hal-hal baru, dan berinteraksi dengan penduduk desa setempat, sekaligus mencari inspirasi untuk karya barunya.


Seems boring, huh?
"Kampung lagi, kampung lagi, SoL lagi, SoL lagi. Jangan-jangan bakal banyak loli---"
Nggak banyak, tapi ada.

Tapi yakinlah dengan kata-kata saya: Saya sedang me-review salah satu anime terbaik musim summer 2014 silam. Dijamin kalian gak bakal nyesel :D

Tentu pernyataan itu saya tulis bukan tanpa alasan. Well, langsung aja ke hal-hal jebret di anime ini!

Coretan jebret pertama - Gokil!

Tiga kata yang bisa mendeskripsikan anime ini jika dilihat dari unsur comedy didalamnya : terus, fokus, maknyus.

Terus - Tidak ada satupun episode yang lepas dari lawakan. Kualitas comedy-nya nggak turun (malah saya rasa meningkat) dari episode 1 sampe tamat! Saya pun sukses dibikin terpingkal di tiap episodenya.

Fokus - Semua hal bahlul di sini berasal dari apa yang ada dalam anime dan nggak menyimpang ke hal-hal lain. Minim parodi (yang justru bisa berubah nggak lucu kalo penontonnya nggak ngerti) dan nggak ada breaking the fourth wall. Semua berkisar tentang kegeblekan sensei dan orang-orang lain di sekitarnya.

Maknyus - 99% lawakan yang ada nggak garing! Setiap episode punya hal-hal lucunya tersendiri, nggak repetitif. It was so refreshing! Intinya, kalo nggak ngakak: K.E.T.E.R.L.A.L.U.A.N.!! XD~

Ketiga alasan itulah yang membuat Barakamon menjadi salah satu Anime Comedy Paling Lucu di Tahun 2014. Gak kalah deh sama anime-anime comedy tahun sebelumnya macem Chuunibyou Demo Koi ga Shitai! ataupun Hataraku Maou-sama!

Coretan jebret kedua - Bersih!

Yup, tidak ada yang namanya buka-bukaan mesum di sini. Nggak ada ngintip-ngintipan, nggak ada "nggak sengaja kepegang". Bersih dan, IMO, cocok ditonton segala kalangan karena adanya faktor ini. Surprisingly enough, bahkan di episode berlatar pantai (yang sering jadi objek fanservice di anime-anime) pun, nggak ada satupun karakter yang pake bikini. Saya baru liat 2 anime yang begini: Barakamon sama Isshuukan Friends.

Coretan jebret ketiga - Development!

Mirip-mirip anime sebelah, development menjadi hal yang sukses menarik perhatian saya. Memang nggak seperti anime sebelah, di mana semua karakternya dapet jatah. Tapi! Di sini saya mendapati perubahan besar dalam diri sensei.

Hebatnya semua itu bukan dibentuk oleh drama lebay (yang saya yakini jarang banget dialami orang normal), tetapi lewat interaksi-interaksi sederhana dan terkadang melalui hal-hal yang spontan nggak terduga di kampung tersebut. Plus, segalanya terasa begitu natural (nggak ada yang terkesan dipaksain demi development) sehingga saya yakin, siapapun bisa ikut merasakan perkembangan yang terjadi di anime ini secara santai. Nggak jarang pula hal-hal tersebut terasa anget-anget nyep nyess (#plak) dan membuat saya tersenyum bahagia, adem di dada :D (bukan ngakak sampe lempar laptop XD) 


Coretan jebret keempat - Karakter!

Yang dapet development nonjok memang cuma sensei, tapi bukan berarti yang lainnya jelek karena sedikit/nggak nampak perkembangannya. Justru karakter-karakter pendukungnyalah yang membuat Barakamon begitu berwarna.

Mulai dari penduduk kampung yang terasa "aneh" buat sensei pada awalnya (maklum, sensei kan orang kota XD), bocah-bocah somplak yang doyan ngerjain sensei, Hina yang meski cengeng tapi nggak selalu ditampilin nangis, trio Hiroshi-Miwa-Tama pelengkap penderita sensei yang memang udah terhina, dan tentu for our co-star of the show, Naru, yang absolutely success membuat sensei pusing tapi tetep sayang. Semuanya digambarkan nggak sampe taraf annoying. Pas banget agar cerita berjalan sempurna!

Coretan jebret kelima - Seiyuu!

Seriously, Ono Daisuke sukses 100% menjadi pengisi suara sensei! Well, harus saya akui dia memang pengisi suara yang sangat profesional. Suara serius dan gebleknya bener-bener pas dan tepat guna. Belum lagi kalo ngeliat track record-nya, di mana pengalamannya memang sudah segudang.

Tapi yang bikin saya lebih tercengang adalah pengisi suara 2 karakter ini: Kotoishi Naru dan Kubota Hina. Suara keduanya diisi oleh anak-anak betulan (Hara Suzuko dan Endou Rina)! Untuk Hina, oke saya nggak bisa ngomong banyak karena screentime karakternya yang sedikit. Tapi untuk Naru... saya harus tepuk tangan dan angkat topi. Her voice is absolutely perfect untuk karakter bocah semprul yang selalu cheerful. Bener-bener pro!


The grand finishing stroke - Meaningful!

Nggak cuma konyol, Barakamon sukses menjadi anime yang nggak sekedar nol. Interaksi dan development yang disuguhkan selalu membawakan pesan-pesan moral. Bukan cuma buat si sensei, tapi juga buat penontonnya. Bahkan nggak hanya satu dua hal, tetapi cukup banyak yang bisa dipetik dan selalu sukses dibawakan dengan cara yang tidak membosankan. Setelah otak dilegakan, sesuatu yang berbobot pun bisa didapat tanpa harus mikir sampe penat. :D

Hal inilah yang membedakan Barakamon dengan anime kampung yang satunya lagi, sekaligus membawanya pada skor yang lebih tinggi di mata saya. Jujur, Barakamon adalah anime pertama yang pernah saya tonton yang punya kapabilitas seperti ini. Sebelumnya, saya nggak pernah bisa mendapatkan apa-apa (selain ngakak nggak pake otak) pada anime-anime comedy. Kalopun saya sukses mendapatkan pesan moral di suatu anime, nggak ada yang kadar tololnya nggak karuan kayak anime ini.

Animasi! Pretty good, saya nggak punya komplain apapun untuk itu. Desain karakternya juga oke, sangat mendukung untuk suasana kampung.

Musik! Meski saya masih prefer opening theme-nya Gekkan Shoujo Nozaki-kun sebagai Anime OST of the Season, tapi Rashisa dari Super Beaver (OP) dan Innocence dari NoisyCell (ED) juga cukup asik untuk didengarkan. And with those beautiful video clips... *cries internally*. Wajar kalo ane masukan Opening Theme-nya kedalam 20 OST Anime Terbaik di Musim Summer 2014. BGM yang diperdengarkan untuk waktu-waktu khusus pun indah~ :3 Recommended!


Tadi sudah saya katakan kalau Barakamon hanya tipis di atas anime sebelah. Artinya, anime ini pun masih punya kelemahan yang menjauhkannya dari nilai 10.

Pertama, sometimes saya ngerasa aneh. Penyebabnya adalah paduan kelebihan pertama dan ketiga, yaitu lawakan yang tiba-tiba dihajar heartwarming event dan kadang dihantam lawakan lagi. Saya berasa orang gila yang udah ngakak, terus "d'aaaawww", terus ngakak lagi... (=__=)"

Kedua, sesuatu yang off. Memang sepele, bahkan mungkin sebagian besar dari Anda akan melewatkan saja hal ini. Tapi... di satu episode, anime ini malah bikin otak saya tergelitik hingga penasaran. Untuk yang udah nonton, Anda bisa tebak? Ya, soal ke mana orang tua Naru yang nggak jelas di mana keberadaannya (silakan di-highlight kalo mau tau). Perlu saya beritahu kalo saya SELALU terpancing untuk fokus berpikir ke hal-hal yang tidak diceritakan, apalagi kalo sempat dibahas oleh karakter utamanya. PADAHAL, menurut saya, tujuan anime ini adalah untuk relaksasi-bonus-pesan-moral-tanpa-harus-capek-mikir. Seandainya kelemahan yang ini nggak ada... saya berani tambah skor 0.5 lagi untuk Barakamon.

Rating:

9.3/10 (A+ rank) buat Barakamon untuk kekonyolannya, paket karakter dan development yang nendang, dukungan seiyuu profesional, plus sanggup memberikan sesuatu bagi penontonnya. Juga karena tergolong bersih dari yang anu-anu.

Direkomendasikan bagi para pecinta anime yang membutuhkan dosis comedy segar.